64

I tau u hot I'm not,

dulu dulu selalu rasa bila kita hangout dengan budak budak myspace yang gambar dia hot gila sampai 500+ comment walaupun baru upload hari itu dan hari hari bila dia on myspace ada saja friend requests sampai sepolo duapolo orang, kita sangat cool. dan semua orang nak kawan dengan kita. sampai pergi sekolah pun orang hai hai kita sebab kita popular sangat. betapa masa merembat kita, kita tak sedar pun yang itu semua "so yesterday".

tapi rasanya tak semua rasa yang benda tu so yesterday kot.

kenapa ya kita kena ada pegangan yang menjadi seorang yang popular atau cool itu sangat penting dalam apa jua cara sekali pun? memang lah pada sesetengah perkara penting, contohnya bila kita jadi ahli parlimen ke artis ke pelakon ke, mesti lah kena buat orang ada persepsi yang baik. tapi kalau kita ni setakat budak sekolah tingkatan lima yang hari hari datang dan pulang dengan bas atau van sekolah warna oren atau putih, pakai baju sekolah yang tak berapa nak lengkap, kadang ada kadang tidak dalam kelas, bila cikgu ada atau tak ada kita tidur, buat apa? kita datang sekolah nak cari ilmu atau publisiti?

kalau terasa, sorry la. tapi yang ini dedikasi buat 3 orang orang yang jauh di sudut hati mereka, masih ada kemahuan untuk pulang ke pangkal jalan.

orang pertama.

aku tahu kau marah, kau benci, kau dendam. tulis lah apa juga kau mahu. canang lah satu dunia yang kawan kawan kau dulu semuanya tak guna, semuanya jahat jahat belaka. semuanya penipu, semuanya betrayer backstabber. dan kau menyesal tak sudah pernah hangout dengan diorang. pernah kata kalau saat bersama diorang adalah momen paling indah dan bahagia dalam hidup kau. tapi tiba tiba dalam sekelip mata semua hilang macam tu saja. kalau ikutkan hati mahu saja kau cincang cincang buat hidangan corny dog.

tapi kau masih waras, kau masih tahu kau dalam lingkungan tu. but don't ever say cliche has it right, everyone changes, neither nobody's perfect, nor cermin diri sebelum tegur. sebab bila dah sampai tahap ini, none of those matters. tak ada siapa yang akan pandang kalau apa yang kau buat tu satu evolusi yang normal. tak ada siapa yang akan kata apa yang kau buat itu sebab kau manusia biasa. dan tak ada siapa yang akan pergi cermin diri sebelum tegur kau. sebab semua orang pun sedar, semua orang pun bisa menilai, tahu yang kau tak sepatutnya buat, yang kau tak sepatutnya terjebak.

memang aku dulu dua kali lima. barangkali tanduknya lebih tajam, ekornya lebih panjang. aku tak suruh kau hadam apa yang aku tulis bila kau baca, tapi betul aku bersyukur sebab aku sedar. tiba-tiba, jangan tanya. memang absurd, kadang-kadang sesuatu berlaku tanpa perlu didatangkan sebab. aku mengaku, salah aku sebab lari seorang diri. aku patut ajak kau lari bersama. mungkin aku tak reti, aku dah cuba, kau tak nampak, aku tak mampu. dan kau rasa aku buat semua itu dengan intensi untuk kepentingan diri. aku tak salahkan kau, tapi aku marahkan kau sebab aku tahu kau tahu kau salah. jadi berhenti. tolong. fikirkan orang tua kau, hidup atau mati, hubungan itu masih ada, tak pernah mati sampai Tuhan bangkitkan kita kembali.

orang kedua.

I admit, I had never ask u if u are having any problem. I admit, I'm not strong enough to confront u and speak up. because I know u, u know me, we know us. for the past 6 years. we've been treating each other as if everything's normal when the truth is, we are holding grudge towards each other. it's not that I don't know, but I don't want to bother. because deep down, I wanted all these to end. it's tiring, and it's pathetic. and believe it or not, I always wanted to help u in any kind of way, but just so u know, I'm not good at this. I don't know how to start. and I know, loads of them listened to what u got to say. and what I heard most of the time were the same thing.

I know u got an issue about blending in with us. u felt like u were kicked out once u stepped in. it's not that we don't want to accept u. but u have to at least show some effort on how much u wanted to change and be like everyone else, people who u wanted to mix up with. maybe not all of us treat u the way u hope we would. but leave the rest to time. time will fix it. but once u told us u don't even want to have a connection with "al-aminians", we rest our case. we just don't get u, as usual. u keep on telling us that u wanted to change, and repent your mistakes. we buy your words, but it will fade just like that. and u keep on doing it over and over again.

how can we help u when u are not helping yourself? maybe right now at this moment, u are telling me to cut it out and stop pretending like I care. fine, I will. I already did indeed. but please, quit. stop using your so called personal problems as an excuse to strengthen the fact that u are doing all these for reason. maybe I don't understand because I didn't go through what u've been through. but one thing for sure, I know out there, there are people who have bigger burdens. why can others handle it in proper when u can't?

orang ketiga.

aku tak tahu nak cakap apa. pelik sebab orang yang aku kira ilmunya segunung lebih tinggi dari aku buat buat tak nampak dengan apa yang dia dah buat. ada yang kasihan dengan kau, sebab mereka bilang kau mangsa. tapi aku fikir, kau yang rela. aku memang bukan siapa siapa atau Tuhan yang mampu untuk meletakkan dosa dan pahala atas kau. tapi aku tahu, orang yang berilmu itu kalau buat perkara terlarang, dosanya lebih besar daripada orang yang kurang ilmunya. kau tak tahu ke?

maaf terkasar bahasa, tapi bukan kau seorang sahaja yang mampu meluahkan. aku juga bisa.